Sinopsis.co.id, JEMBER – 31 Desember 2025.
Dalam rangka membangun kerjasama dan kekompakan tim kerja sekaligus reformasi pengurus, KKG kelompok 7 Kecamatan Sumbersari mengadakan giat outbond “Satu Tim Satu Hati” yang diselenggarakan di tempat wisata pinus PPG Sidomulyo, Curah Damar Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember.
Heni Resmita Retno,SPd kepala sekolah SDN Antirogo 04 Sumbersari menyampaikan kegiatan outbond satu tim satu hati KKG 7 Sumbersari diikuti 45 KS, guru dan pengawas bina SD Sutri Haryati,SPd.MPd dengan agenda utama senam, lomba yel-yel, tebak kata dan reformasi KKG, terang Heni Resmita.

Heni Resmita Retno menambahkan kegiatan outbond ini merupakan kegiatan rutin akhir tahun sebagai sarana silaturrahmi membangun kebersamaan timwork KKG gugus 7 yaitu antara pengurus dan anggota. Outbond ini juga sarana merefesh tenaga pikiran di wahana wisata alam yang udaranya segar diantara rimbunan hutan pinus setelah setahun bekerja dan mengenalkan destinasi wisata alam yang ada di kabupaten Jember.

Sementara itu pengawas bina SD Kecamatan Sumbersari Sutri Haryati,SPd.MPd menyampaikan pengurus KKG gugus 7 yang terpilih yaitu bpk Al Farisi dari SDN Antirogo 02 sebagai ketua, Ibu Dahlia SD Antirogo 01 wakil ketua, Astutik SDN Antirogo 04, dan sekretaris Ibu Aan SDN Antirogo 03 merupakan tim inti yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja tim KKG terutama untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, harap Sutri Haryati.
Menurut pengawas bina SD Sumbersari Sutri Haryati, outbond satu tim satu hati KKG gugus 07 Sumbersari ini merupakan bagian tak terpisahkan untuk membangun kerjasama dan kekompakan KKG gugus 7 serta meningkatkan karakter, kompetensi sosial guru. Tanpa adanya kerjasama dan kekompakan mustahil tujuan terbentuknya KKG bisa tercapai. Satu tim satu hati merupakan filosofi yang kuat untuk membangun kebersamaan dan kekompakan tim. Outbond ini selain refreshing juga menambah ilmu pengetahuan meningkatkan kerjasama serta kualitas pelayanan pendidikan pada siswa, meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menangani masalah siswa serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi guru dalam pengembangan sekolah, pungkas Sutri Haryati.