Sinopsis.co.id, JEMBER – 23 Februari 2026.
Moh. Rokhim,MPd kepala SMPN 1 Balung dihadapan Mendikdasmen Prof.Dr. Abdul Mu’ti,M.Ed dan Bupati Jember Muhammad Fawait,SE.Msc serta segenap undangan peresmian revitalisasi satuan pendidikan di halaman SMPN 1 Balung berkisah tentang perjalanannya sebelum dan setelah menjadi kepala SMPN 1 Balung. Beliau merasa mendapat kado terbaik di penghujung kariernya sebagai Kepala Sekolah selama 17 tahun dan menjadi saksi bagaimana SMPN 1 Balung bertransformasi dari bangunan tidak layak sering kebanjiran menjadi kompleks pendidikan modern, Sabtu 21/02/2026.
SMPN 1 Balung merupakan satu-satunya sekolah se-Kabupaten Jember yang menerima anggaran revitalisasi terbesar sebesar Rp 4,21 miliar dari program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dihadapan hadirin Moh.Rokhim berkisah usai dimutasi dari SMPN 2 Rambipuji pada tahun 2022 ke SMPN 1 Balung dengan kondisi sekolah yang jauh dari layak. Ketika pertama menjabat kepala SMPN 1 Balung, bukan sekolah impian, melainkan sekolah yang jauh dari kata layak.
Setiap kali hujan datang, air dari sungai didepan sekolah selalu melimpah masuk ke sekolah, teras sekolah kami ikut kebanjiran. Anak-anak harus menyeberangi selokan-selokan saat jam pelajaran berlangsung, terang Rokhim.
Masalah lain yang dihadapi selain banjir, SMPN 1 Balung memiliki 20 ruang kelas, tetapi harus menampung 24 rombongan belajar. Kekurangan empat terpaksa menumpang di laboratorium dan ruang multimedia yang kondisi fisik bangunannya juga memprihatinkan, sebagian rusak berat, sebagian rusak sedang, sisanya rusak ringan.
Mengatasi permasalahan ruang belajar ini, Moh.Rokhim melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mengajukan usulan rehabilitasi ruang kelas. Alhamdulillah pada tahun 2025 di era pemerintahan Gus Bupati Fawait, SMPN 1 Balung ditetapkan sebagai sekolah penerima program revitalisasi sekolah Kemendikdasmen RI yang cukup fantastis nilainya sebesar Rp 4,212.000.000 dengan menu revitalisasi sebanyak tujuh paket menu revitalilisasi membuat semua orang iri dan kepingin memegangnya, ungkap Moh.Rokhim.
Dana sebesar 4,21 M kami tidak pegang karena semua ada di Bank. Anggaran revitalisasi tersebut digunakan untuk tujuh item pembangunan dan rehabilitasi sekaligus, empat ruang kelas baru dibangun untuk mengakhiri krisis kekurangan ruang, dua unit toilet baru. Selain itu, rehabilitasi tujuh ruang kelas lama, dua ruang laboratorium, satu unit toilet lama, ruang UKS, dan ruang administrasi. Laboratorium dan ruang multimedia yang selama ini “disulap” menjadi ruang kelas kini dikembalikan ke fungsi aslinya. Anak-anak akhirnya bisa belajar sains di laboratorium yang sesungguhnya dengan nyaman.
Program revitasasi menurut Moh.Rokhim bukan sekadar soal gedung baru. Ini tentang martabat untuk dirinya dan anak-anak didik untuk belajar di tempat yang layak, dan martabat seorang guru yang mengabdi hingga tetes terakhir masa dinasnya.
Dengan nada merendah namun penuh makna. Moh.Rokhim menyampaikan momen hari ini merupakan peristiwa bersejarah, sebuah pencapaian paling berarti setelah 17 tahun mengabdikan diri sebagai kepala sekolah. “Ini adalah kado terindah bagi saya. Menjelang purna tugas 2 tahun lagi, “Nasib saya ke depan tergantung pada Gus Bupati Fawait”. Sebuah kalimat canda yang membuat para hadirin tertawa dan mendapatkan respon Bupati Jember Gus Fawait dan Mendikdasmen Prof.Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed dalam sambutannya. (Lukman Hakim)